Selasa, 15 April 2014

Cinta adalah kesesuaian jiwa



A'udzubillahiminasaytonir'rojiiim...
Bismillahir'rahmanir'rahim
"jangan mengira cinta datang dari keakraban dan kedekatan yang dipupuk begitu lama. Cinta adalah kesesuaian jiwa, dan jika itu tak pernah ada, maka cinta tak akan pernah tercipta dalam hitungan tahun bahkan abad”… setiap pasangan pasti berharap dapat menjalani sebuah hubungan yang selalu harmonis tanpa batasan waktu, tak hanya terasa manis di awalnya saja. Namun pada kenyataannya, setiap pasangan pasti pernah mengalami rasa bosan dengan pasangannya, terutama bagi yang sudah menjalani hubungan cukup lama, bahkan tak sedikit pasangan yang berniat untuk mengakhirinya, karena sudah merasa tak lagi mendapatkan kepuasan batin darinya. Tak ada gading yang tak retak, demikian juga tak ada pasangan yang sempurna, kesadaran inilah yang seharusnya dipahami setiap pasangan agar bisa mempertahankan hubungannya dengan langgeng. Rasa bosan itu wajar, mengingat semua jalan akan bertemu dengan satu noktah yang sama dan berulang-ulang dan bosan itu proses, agar kita lebih bersyukur dan membuka mata, bahwa kehidupan kita masihlah indah, karena masih banyak yang tidak beruntung di luar sana. Memang tidak mudah melawan kebosanan, namun temukanlah sisi lain perspektif kebosanan agar kita bisa lebih memaknai, bahwa setiap hari merupakan hadiah baru bagi pasangan kita yang menyimpan sejuta arti…,... temukan rencana Indah Sang Maha Kuasa untuk Kita..

kebenaran yang Hakiki





 Bicara masalah kebenaran, setiap orang memiliki persepsi dan pandangannya masing-masing. Semuanya tergantung dari apa yang ia yakini, dan semua menjadi benar karena masing-masing merasa yakin dengan kebenarannya sehingga seringkali tidak bisa dihindari menjadi sebuah perdebatan yang tidak ada ujung dan akhirnya, karena orang biasanya mengklaim kalau dirinya berada di pihak yang benar, itu sah dan normal-normal saja bahkan jarang orang yang mengaku dirinya salah. Tetapi disaat yang diinginkan sebuah kebenaran, dan ternyata kebenaran itu tak sejalan dengan apa yang selama ini diyakini, kurang memuaskan dengan apa yang diharapkan, maka yang terjadi adalah melakukan suatu pembenaran dengan mengacuhkan bahkan menghancurkan kebenaran itu sendiri, sehingga terjebak dalam pola yang begitu mudah melakukan pembenaran atas apa yang telah menimpa hidupnya, dengan berusaha menentramkan hatinya, mengurai dan mencari berbagai alasan dengan menyalahkan situasi bahkan Tuhan nya. Padahal kebenaran tetaplahkebenaran, tak masalah bila ia dibenarkan atau disalahkan, karena ia akan tetap menjadi sebuah kebenaran sampai kapanpun.....kebenaran yang Hakiki hanyalah milik Allah Swt…

“Ketika kita merasa paling benar, maka saat itu dapat dipastikan bahwa kitalah yang pasti salah".




 Al Fudleil bin ‘iyadh menyatakan: Ketika manusia sudah tidak memiliki rasa malu lagi maka tidak ada bedanya dengan bianatang.

Senin, 07 April 2014

Berjihad pada diri kita



Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu ) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. ( albaqarah 154 )
# Apakah anda masih mengatakan ini amalan biasa,,?
Adakah amalan lain yang ganjarnya sebesar ini,,?

# Kalaulah orang saleh mati,,, setelah di tanya
di kuburnya,, dia akan tidur sampai hari kiamat.

# Tapi mereka ini walau jasadnya di mata orang
di kubur juga,,, tp sebenarnya mereka telah di
tempat kan Allah dalam taman syorga bersama para
nabi dan sahabatnya serta suhada lainnya...

# Sekarang sudah saatnya kita berfikir tuk mulai
berjihad pada diri kita,,, dan anak turunan kita
dengan mulai berpegang teguh pada kalimah dan aturan Allah,, bukannya aturan yang kita cocok cocok kan.

# memulai dengan langkah paling mungkin kita lakukan
tuk tercapai nya kejayaan islam lagi suatu hari nanti.

# Mulailah dengan akhlak yang luhur,,,
seperti awal nabi berdakwah.bukti kan islam itu
agama yang tinggi,, dan ummatnya ber akhlak tinggi.

# mulai menghimpun kekuatan merapatkan barisan bahu membahu membela islam.
Katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku." Kepada- Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.( Azzumar )

Sabtu, 05 April 2014

INGAT

Kepuasan batin bukan bergantung pada kekayaan yang melimpah dan kemewahan yang menghiasi hidup, betapa kita telah banyak melihat ,banyak orang kaya tetapi hatinya miskin,pikirannya tidak tenang dan hidupnya jauh dari kedamaian, masalah demi masalah melandanya, dan banyak pula orang kaya harta tetapi miskin kesehatan.
Kebahagian hati itu di keranakan adanya kepuasan sedangkan kepuasan itu bukan didapat kerana banyak harta atau hidup mewah, atau jabatan yang tinggi,
Namun kepuasan itu diciptakan rasa syukur kepada Allah, apa yang kita miliki dan bagaimana bentuknya hendaknya dapat dinikmati dengan penuh rasa syukur .

Orang yang pandai menghargai apa yang telah diterima ,maka ia akan pandai pula bersyukur ,kepuasan hati akan dapat dengan mudah dirasakan.
Orang yang pandai mensyukuri nikmat Allah maka ia akan menemukan banyak hal positif dalam kehidupannya.
Setidaknya
Sesuatu yang oleh orang lain dianggap " TIDAK MENYENANGKAN " Namun akan diterima dengan senang hati kerana ia pandai mengambil hikmah dari sesuatu yang tampaknya tidak menyenangkan itu.
JANGAN SAMPAI SESUATU DI DUNIA INI MEMPERBUDAK DIRI KITA SEHINGGA MENURUTI HAWA NAFSU BERARTI TERJERUMUS DALAM JURANG KEBINASAAN.

Misteri kehidupan



sungguh tak akan pernah habis menguak misteri kehidupan, saat tanya tak berjawab, kala memori mengeja kembali masa lalu, menggoda ketetapan hati yang melayang-layang pada dimensi waktu mendarat dalam ruang rasa…coba berikan sejenak jeda bagi rasa untuk endapkan, lepaskan dan ikhlaskan biarkanlah pena kehidupan menyuarakan apa yang sedang dirasakan, karena ia akan menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk seonggok diri yang sadar akan hakikat hidup sesungguhnya, bukan untuk terpenjara oleh kemilau dunia yang menggoda setiap indra, tetapi untuk menjalaninya dengan ketundukkan diri untuk menghamba pada sang Pecipta, setiap langkah kehidupan yang dijalani sarat dengan hikmah, begitu banyak sisa-sisa serpihan tersisa yang dapat kita pungut dari hari-hari yang telah dilalui dengan segala kekurangan dan kelebihan diri. Setiap kita punya hari-hari kemarin. Hitam atau putihnya, Jelek atau baiknya. Yang penting ialah bagaimana hari-hari ini bukan “keterlajuran” di jalan keburukan yang kita sengaja, sebesar apapun keburukan itu. Tak ada manusia yang sempurna dalam segala-galanya. Jika kita dapati sekian banyak kekurangan dalam diri ini, yakinlah, bahwa kita adalah manusia yang selalu ada sisi kurang, dan selalu ada sisi lebihnya. Namun dengan harapan bahwa setiap langkah adalah kebaikan dan langkah yang lainnya adalah penghapusan dosa…
Ya Allah, limpahkanlah petunjuk-Mu kepada kami, jauhkanlah kegelisahan dan kesempitan diri dan anugerahkanlah kami, hidup yang berkah Aamiin Ya Robbal Alamiin..

Senin, 24 Maret 2014

Beriman dan Bertakwa



Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ( Qs, al a"raf ayat 96 )

# saya punya sahabat ...dulunya di menjabat Ka kanwil
Di instansi pemerintah....
Dia lumayan pintar segalanya,, termasuk nyabet.

# Beberapa tahun kemudian dia dapat promosi di kanwil diprovinsi besar,,,dan waktu pamitan saya katakan,,,wah bakal dapat sabetan lebih banyak nih.
Dia tersenyum penuh makna.....

# Setelah lebih sepuluh tahun kami bertemu lagi,,,
tapi wajahnya dah tenang dah teduh cerminan agama
yang sudah melekat.

# Saya usilin lagi,,, dimana sekarang,,? dah banyak tu tentunya tabungan harta,,,?,,jawabnya ;

# Yaaaa  dulu saya banyak harta,, tapi karena di dapat
dengan cara tidak halal.. tidak ada keberkahannya.

# Rumah tangga kami selalu saja tegang,,, ama istri
ribut melulu,,dan anak anak aneh saja kelakuannya
dan macam saja penyakit yang menggerogoti keluarga
kami yang menghabiskan itu uang....

# Sekarang saya dah pensiun dan cuma makan uang pensiun saja lagi...

# Tapi " berkah " nya rumah tangga kami damai,, anak anak nga bermasalah lagi,,,,dan jiwa kami tenang

# Malah saya merasa jauh lebih sehat. dan ibadah kami
bisa ter atur....hidup kami terasa lebih indah.